Minggu, 31 Januari 2016

Kesuksesan dalam sholat Dhuhaa

Keajaiban Shalat Dhuha, Dari Membuka Rezeki Hingga Pintu Kesuksesan

Sahabat Ummi, Sudah banyak sekali orang yang merasakan keajaiban dari shalat dhuha. Pernahkah Sahabat Ummi mendapatkan rezeki tanpa di duga, misalnya: mendapatkan kiriman makanan dari tetangga saat keuangan rumah tangga mulai menipis, atau mendapatkan pekerjaan begitu mudah.

Banyak Muslim yang meyakini bahwa salah satu keajaiban shalat Dhuha adalah memperlancar rezeki. Lebih dari itu, banyak pula Muslim yang telah membuktikan bahwa setelah rutin mengerjakan shalat Dhuha, rezekinya menjadi lebih lancar.

Mengapa demikian? Mari kita perhatikan terjemahan hadits-hadits mengenai shalat Dhuha yang mengaitkan dengan rezeki berikut ini:

Hadits shalat dhuha yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,“Setiap pagi, (1) setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. (2) Setiap tasbih adalah shadaqah,(3) setiap tahmid adalah shadaqah,(4) setiap tahlil adalah shadaqah, (5) setiap takbir adalah shadaqah, (6) menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, (7) dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)

Juga Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,“(8) Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan shadaqahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “(9) Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah shadaqah, (10) engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah shadaqah. Maka jika engkau tidak menemukannya (shadaqah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)

Dalam dua hadits ini dan hadits-hadits lain yang senada, Shalat Dhuha bernilai sedekah. Bukan sembarang sedekah, tetapi 360 sedekah. Sedangkan tiap sedekah akan dilipatgandakan oleh Allah. Subhanallah.

Kedua, dalam hadits Qudsi Allah berfirman akan menjamin rezeki hamba-hambaNya yang menjaga shalat Dhuha.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)

Ketiga, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan derajatnya hasan shahih menurut Syaikh Al Albani.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan sepasukan tentara, mereka berhasil memperoleh harta rampasan perang yang banyak dan bergegas pulang. Kesuksesan perang, harta rampasan yang banyak dan pasukan kembali dengan selamat menjadi buah bibir di masyarakat.

Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang (11) lebih banyak memperoleh harta rampasan, (12) bahkan keberhasilannya lebih cepat dibandingkan pasukan tentara itu? Hendaklah seseorang berwudhu lalu pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Dhuha. Maka orang itulah yang lebih cepat memenangkan peperangan, lebih banyak meraih harta rampasan dan lebih segera meraih kesuksesan.” (HR. Ahmad; hasan shahih)

Jika pada hadits-hadits sebelumnya shalat Dhuha dikaitkan dengan sedekah dan rezeki, pada hadits ini menjelaskan shalat Dhuha bahkan dapat membuat orang yang mengerjakannya dapat meraih kesuksesan dengan segera. Subhanallah, Sahabat Ummi demikianlah keajaiban shalat dhuha. Mari berlomba-lomba dalam mengerjakannya.

Wallahu a’lam bish shawab.

 

Jumat, 29 Januari 2016

Kamis, 28 Januari 2016

Masalah Radikalisme

Lihat Tweet @muhsinuddin1: https://twitter.com/muhsinuddin1/status/692659188527288320?s=08

Selasa, 26 Januari 2016

Aparatur Kemenag RI harus On The Track

Lihat Tweet @muhsinuddin1: https://twitter.com/muhsinuddin1/status/691974065293135872?s=09

Tiga amalan menuju Syurga

Lihat Tweet @muhsinuddin1: https://twitter.com/muhsinuddin1/status/691958737624403968?s=09

Sabtu, 23 Januari 2016

Foto

Opini tentang Pemimpin yang didambakan oleh Rakyat

Mukhsinuddin M. Juned Syuib, S.Ag, M.M (ACEH.ANTARANEWS.COM)

Pemimpin adalah orang-orang yang diberikan amanah (kepercayaan) oleh rakyat, masyarakat serta pemerintah  agar dapat  diharapkan  melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya sesuai dengan kedudukan dan jabatannya yang diembankannya. 

Rasulullah SAW, pernah mengingatkan kita  bahwa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan dan pengabdi  kelompok tersebut (Al-Hadits). 

Oleh karena itu seorang pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang yang dipimpin untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan umat dan keselamatan serta kebahagian di dunia maupun di akhirat.
           
Namun demikian, ternyata banyak pula pemimpin yang gagal dalam kepemimpinannya. Hal ini dapat kita lihat dalam sejarah kepemimpinan di dalam masyarakat dari masa ke masa. Banyak pemimpin yang dipaksa mundur atau terpaksa mundur dari jabatannya sebelum habis masanya kepemimpinannya. 

Banyak pula pemimpin yang dibenci oleh yang rakyat sehingga mereka dijatuhkan dan diadili oleh rakyatnya sendiri, malah ada yang dipenjara, dibunuh dan sebagainya. Mengapa hal itu bisa terjadi?
           
Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan hal tersebut adalah, Pertama, pemimpin itu tidak menjalankan amanah. Mereka tidak menunaikan amanah yang telah diberikan  karena mereka lupa akan hakikat kepentingan yang sesungguhnya, atau karena terpengaruh dengan kemewahan duniawi sampai melengahkan tugas-tugas kepemimpinannya. 

Akibat lalai dan terpengaruh duniawi, amanah kepemimpinan tak dilaksanakan dan dijadikan kepemimpinan itu sebagai peluang untuk mencari keuntungan dan kekayaan duniawi, sikap dan perilaku seperti itulah yang kemudian melahirkan berbagai penyimpangan.  

Dari penyimpangan itu timbul ketimpangan dan kesenjangan hidup di masyarakat akibat mengabaikan amanah dari masyarakat.  Allah swt mengambarkan dalam Alquran :''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menjalankan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan suatu hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil''…(Q.S. An-Nisa : 58).
           
Kemudian Rasulullah Saw mengingatkan kepada para pemimpin : ''Siapa saja yang dianugerahkan Allah sebagai pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan rakyatnya (malahan sebaliknya menipu dan menzalimi rakyatnya ), Allah mengharamkan surga untuknya''. (HR. Bukhari).  

Oleh karena itu mari kita sadari bahwa menjadi pemimpin itu adalah amanah, dan amanah itu adalah titipan Allah berupa perintah untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, termasuk menjalankan keadilan, baik keadilan hukum, pendidikan, ekonomi maupun keadilan dalam pemerintahan. Kesejahteraan rakyat, kebenaran dan keadilan juga merupakan tuntutan rakyat yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada para pemimpinnya.
          
Kedua, Pemimpin yang mengabaikan kejujuran dan keadilan,  Pemimpin yang tidak jujur dan tidak adil mereka menganggap nilai materi lebih tinggi dari pada nilai kejujuran, sehingga apabila mereka berhadapan dengan suatu yang mendatangkan materi atau keuntungan duniawi, kejujuran tidak ada harganya sama sekali. 

Maka timbullah kedustaan dan kemunafikan serta kezaliman terhadap rakyat. Pemimpin yang tidak jujur itu memang pandai, tetapi pandai menipu rakyat, mereka licin selicin belut, mereka licik selicik kancil, mereka pandai merangkai kata, seperti pujangga yang menari di atas kata-kata indah hingga rakyat terlena terutama ketika  meyampaikan pesen-pesan dengan janji-janji indah yang selalu berkedok untuk kepentingan rakyat, bahkan kepentingan agama tapi sesungguhnya adalah orang yang  pembohong (khazzab).

Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda : ''Sesudahku nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang berdusta dan berbuat zalim, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya, maka ia tidak termasuk golongan dari umatku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ketelaga (yang ada di surga)''. (HR. Nasa'i ). 

Kita memberikan respon yang positif apa dilakukan oleh pemimpin hari ini untuk kekentingan rakyak dan bukan hanya kepentingan golongan nya saja.,  ini yang kita  harapkan kedepan  sebagai pemimpin di Aceh sebagai pemimpin yang  amanah, fathanah dan jujur dalam kepemimpinannya.
         
Oleh karena itu perlu kita sadari bahwa kejujuran itu sesungguhnya amat tinggi harganya dihadapan Allah. Kejujuran juga amat besar nilainya dimata masyarakat. Maka itulah kejujuran merupakan tolok ukur kepercayaan masyarakat, merupakan cermin keluhuran dan kemuliaan di dunia dan diakhirat. Dalam hal inin  Allah swt menjelaskan dalam Alquran : ''Hai orang-orang yang beriman, bertawakkallah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur''. (Q.S. At-Taubah: 119).
        
Ketiga, pemimpin yang berakhlak mazmumah (buruk) dan kemunafikan. Bila suatu umat dan organisasi dipimpin oleh orang-orang yang berakhlak buruk tidak bermoral dan kepribadiannya yang jauh dari nilai-nilai agama serta akhlak yang mulia, maka bisa dipastikan umat atau rakyat itu akan mengalami penderitaan dan kesengsaraan. 

Pemimpin seperti ini akan bertindak sewenang-wenang sehingga rakyatnya tidak mendapatkan keadilan dan hak-haknya, yang mereka rasakan adalah kesengsaraan, ketakutan, keresahan dan lainnya. Hal ini membuat umat tersebut hidup dalam penderitaan dan kekecewaan.  

Pemimpin seperti ini harus diwaspadai oleh umat Islam dan harus dihindari. Dalam hal ini Allah Swt berfirman : ''Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras (munafiq)'' (Q.S. Al-Baqarah: 204).
          
Keempat, pemimpin yang tidak kapabel dan kredibel , yaitu pemimpin yang kurang cakap (Fathanah), cerdik, dan tidak memiliki kesanggupan dalam memimpin serta tidak memiliki visi dan misi kedepan. Dalam Islam disebut sebagai orang yang tidak fathanah. 

Tugas kepemimpinan di masyarakat sungguh berat, apalagi jika kepemimpinan itu  ada berbagai persoalan yang dihadapi secara komplek. Karena itu kepemimpinan sangat menuntut seseorang pemimpin yang fathanah (cerdik), yakni cakap, pandai, cerdas, punya kesanggupan dan memiliki visi jauh kedepan.
     
Pemimpin yang fathanah itulah yang akan mampu memimpin dan membangun masyarakatnya, atau dimanapun ia memimpinnya dalam hal ini Allah swt berfirman : ''Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan (mauidhah) pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…'' (Q.S. An-Nahl: 125).
         
Maka dari itu mari kita bangun dan memberikan dorongan  kepada pemimipin selalu menjalakan amanah serta Fathanah (yang Intelek) serta peduli terhadap masyarakatnya yang miskin dan susah  dalam kepemimpinannya., semoga. Amin.

Foto Ketua dgn Menag

Ketika acra penyerahan API kepada Bupati Aceh Barat tahun 2014. Yang lalu

Pembangun STAIN Sampai 2020

Meulaboh | Jurnal Asia
Pembangunan kampus baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ditergetkan tuntas pada 2020 karena dilakukan secara bertahap.

Wakil Ketua I STAIN TD Meulaboh, Muhsinuddin MAg di Meulaboh, Senin mengatakan pembangunan kampus baru tersebut diatas lahan seluas 50 hektare berlokasi di kawasan Alu Penyareng, Kecamatan Meureubo, bersebelahan dengan kampus Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.

“Pembangunannya mulai di­kerjakan awal 2016 ini, untuk target mungkin sampai lima tahun kedepan baru selesai karena akan dibangun lima fakultas baru secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dari pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama RI,” katanya. Kata dia, untuk rencana pem­bangunan kampus baru perguruan tinggi islam ini diusulkan secara bertahap mencapai Rp25 miliar, desain pembangunan telah dirancang memiliki ruang per­pustakaan, ruang dosen, lima fakultas serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

Adapun lima fakultas tersebut yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Fakultas Usuluddin dan Tafsir, Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Tarbiah dan Keguruan.

Muhsinuddin menyampaikan, setelah kampus tersebut dapat d­igunakan untuk aktivitas per­kuliahan, pihak akademik sudah siap pula menempatkan tenaga pengajar dengan gelar sesuai spesifikasi perguruan tinggi, terutama adalah lulusan Timur Tengah. “Dalam lima fakultas tersebut minimal akan disediakan 50 tenaga dosen orang-orang berstrata tiga atau gelar doktor dan profesor. Kita berharap setelah dosen STAIN Meulaboh selesai melanjutkan kuliahnya di luar negeri akan memacu peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah Aceh,” imbuhnya.

Lebih lanjut dikatakan, dalam masa transisi pembangunan kampus baru itu pihaknya terus berupaya memberikan pendidikan yang lebih baik dengan mengacu pada aturan yang mengatur proses belajar mengajar pada Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN).

Foto dgn Pak Ketua

Senin, 18 Januari 2016

Foto


Foto

Geurute
Pemandangan di bawah gunung Geurute Aceh Jaya

Edaran

KEMENTERAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jln. Lapangan Banteng Barat No, 3-4 Telepon/Fax. : 021-3853449.3812344 JAKARTA Jakarta, 17 April 2015 Kepada Yth. 1. Rektor UIN dan IAIN 2. Ketua STAIN di seluruh Indonesia SURAT EDARAN Nomor: SE/Dj.I/KP.O7.6/17/2015 Tentang: Prosedur Pengangkatan Dosen Tetap non PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Assalamuaikum, Wr. Wb. Merespon surat permohonan pengangkatan dosen tetap non PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, merujuk kepada Permendiknas No. 84 tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tetap Non PNS pada PTN dan PTS, dengan ini disampaikan tata cara pengangkatan dosen tetap non PNS sebagai berikut: PTKIN menyusun kebutuhan pegawai tetap non PNS, dan mengusulkannya kepada Direktur Jenderal dengan menyertakan hal-hal sebagai berikut: Data rasio dosen dengan mahasiswa;Data kekurangan dosen berdasarkan program studi;Informasi kemampuan pembiayaan dalam DIPA PTKIN untuk pembayaran gaji pokok dan tunjangan fungsional;Direktur Jenderal melakukan verifikasi dan validasi kebutuhan dosen tetap non PNS.Direktur Jenderal menyampaikan usul kebutuhan dosen tetap non PNS kepada Menteri.Menteri menyetujui atau menolak usul kebutuhan dosen tetap non PNS kepada pimpinan PTKIN melalui Direktur Jenderal.Apabila Menteri menyetujui, Direktur Jenderal akan menerbitkan surat persetujuan kuota dosen tetap non PNS. Selanjutnya pimpinan PTKIN melakukan. seleksi dan mengangkat dosen tetap non-PNS dengan membuat perjanjian kerja dengan dosen tetap non PNS. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih. Wassalamu’aikum Wr. Wb.

Pengemuman uk mhsiswa STAIN MEULABOH bahwa perkulihaan smter genap pada awal Februari 2016.

- Hari ini Ketua. STAIN MEULABOH  akan dialog interaktif di RRI MEULABOH

Program Studi KPI STAIN MEULABOH Terakreditasi "B".

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh memperoleh nilai akreditasi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H Syamduar Basyarish M,Ag Kamis, 21 Januari 2016 mengatakan, nilai akreditasi tersebut sebagaimana termuat pada laman website BANPT http://ban-pt.kemdiknas.go.id.

“Bagi masyarakat yang ingin mengecek, bisa melakukannya pada laman resmi BAN PT tersebut. Inshaallah dalam beberapa waktu ke depan kita akan menerima sertifikatnya,” ungkapnya.
Menurut Doktor Syamsuar,  pencapaian tersebut tak terlepas dari kerja keras seluruh civitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, terutama Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam membangun kualitas pendidikan di kampus tersebut.

“Alahmdulillah ini merupakan hasil yang sangat memuaskan bagi kita semua. Terimakasih kepada Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, dosen, mahasiswa dan seluruh staf yang telah bekerja keras selama ini,” ucapnya.

Sebelumnya, Prodi Komunikasi dan Penyaiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memperoleh nilai akreditasi ‘C’. Perubahan nilai akreditasi ini tentunya memberi keuntungan tersendiri bagi program studi dalam menyerap calon mahasiswa.

“Target utama kita tetap pada peningkatan minat calon mahasiswa yang mendaftar di KPI ke depan dapat bertambah. Nilai akreditasi ini tidak hanya untuk mempertegas status kampus, tapi juga kualitas lulusan kita,” kata Syamsuar menambahkan.[]

Sumber Humas, STAIN MEULABOH ACEH BARAT......