Selasa, 09 Februari 2016

Makalah Manajemen Perkantoran

Manajemen Perkantoran

BAB I

PENDAHULUAN

Pendahuluan

Kalau kita mendengar istilah Manajemen Perkantoran Modern, pastilah kita memikirkan sesuatu tempat dalam sebuah ruangan yang berisi meja, kursi yang dilengkapi dengan perlengkapan serba canggih masa kini. Di balik meja yang rapi dan bersih duduk seorang yang berdasi di depannya terpampang beberapa alat dukung seperti: telepon, Laptop yang stand bai dengan monitor terbuka dan berisi fitur-fitur canggih yang melambangkan dunia maya dan seterusnya dan seterusnya. Itulah gambaran awal kita ketika membaca atau mendengar kata “Manajemen Perkantoran Modern”. Sepakat ? Manajemen perkantoran modern adalah suatu cara tata kelola dalam dunia perkantoran itu sendiri. Mengapa demikian karena kita saat ini dan seterusnya dihadapkan pada tata kelola yang semakin rumit dan memerlukan sumber daya manusia yang up to date…..Oleh karena itu Manajemen Perkantoran dapat dikatakan sebagai upaya penjurusan dan pengawasan dari sebuha kantor untuk mencapai tujuannya yang khusus dengan cara yang sehemat-hematnya. Peralatan yang canggih tentu bertujuan untuk  efektifitas dan efesiensi atau hemat dalam segalanya. Dari Manajemen Perkantoran dapat kita mengetahui fungsi kantor dalam birokrasi kepemerinatahan, dalam perusahaan,  pengertian kantor, aspek-aspek manajemen perkantoran, tugas seorang manajemen perkantoran serta pengawasannya. Dalam hal ini seorang kepala kantor haruslah orang yang mempunyai keahlian manajemen yang didukung oleh latar belakang Sumber Daya manusia yang mumpuni baik dari segi: pendidikan, kepribadian, pengalaman, integritasatau bakat seseorang aebagai manajer atau sebagai pejabat disebuah kantor yang dipimpinnya.

Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah dalam makalah kami ini adalah sebsagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?

2. Apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?

3. Apa yang dimaksud dengan perkantoran modern?

4. Apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip perkantoran modrn?

Tujuan

Adapun tujuan dari makalah kami ini adalah sebagai berikut :

Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?

Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?\

Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan perkantoran modern?

Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip perkantoran modrn



BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Kantor

Perkantoran kantor berasal dari kata bahasa Belanda “kantoor” dan sering dipadankan dengan perkataan “Office” yang berasal dari bahasa Inggris. Prajudi (1976:60) telah menjelaskan pengertian kantor yang bisa berarti:

Ruang atau kamar kerja, atau ruang tulis

Markas, atau ruang (kompleks) di mana seorang pengusaha beserta stafnya menjalankan stafnya menjalankan aktivitas-aktivitas pokoknya.

Biro atau tempat kedudukan pimpinan dari suatu administrasi.

Instansi, badan, jawatan, perusahaan.

Sedang perkataan bahasa Inggris “Office” dapat berarti:

Kewajiban, tugas, fungsi (duty, task function).

Jabatan (tenure of official position).

Markas tau ruang di mana seorang pengusaha dan stafnya menjalankan aktivitas usaha pokoknya (quarters, or staff or collective authority of company, government department, etc.)

Jasa pelayanan (service, kind help)

Tugas pekerjaan, komposisi dari urusan-urusan tertentu (the work which it is some body’s duty to do, work, and duties)

Tempat, gedung, yang dipakai sebagai pusat kerja tata usaha (place building, rooms, of bussiness and clerical works).

Dari berbagai pengertian perkataan “kantor” dan perkataan “office” seperti tersebut di atas, yang kemudian berkembang di Indonesia dengan perkataan kantor adalah lebih diartikan  sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi. Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dengan demikian pengertian kantor dapat dirumuskan sebagai berikut:

Tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyampaian data/informasi.

Proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian/penyampaian data/informasi.

Disamping pengertian kantor dalam arti tempat atau ruangan dan kantor dalam arti proses seperti tersebut di atas, kantor juga sering diartikan ssebagai sarana pemusatan kegiatan-kegiatan yang bersifat administrative atau tepatnya kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial  dan fasilitatif. Contoh: Kegiatan pokok Departemen Dalam Negeri tentunya berlangsung di mana-mana di seluruh pelosok Indonesia, akan tetapi kalau seseorang menanyakan “Departemen Dalam Negeri?” jawaban yang diberikan adalah tempat (kantor) berkumpulnya pejabat dan staf serta segenap pegawai setiap hari melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya admninistratif.

Jadi jelas dari pengertian di atas bisa dipahami bahwa pengertian kantor bisa berarti tempat, ini yang biasa disebut dalam arti statis. Kantor juga bisa dalam arti proses, ini yang biasa disebut dalam arti dinamis. Kantor juga dalam arti sarana, ini yang biasa disebut dalam arti fungsional. Akan tetapi dalam arti yang manapun, sasaran utama dalam kegiatan kantor adalah penangan data/informasi. Untuk penanganan data/informasi ini jelas diperlukan bangunan atau ruangan, orang-orang atau pegawai yang menyelenggarakan, biaya serta tata laksana kerja.

Manajemen Perkantoran

Sebagaimana kegiatan-kegiatan lainnya kegiatan perkantoran perlu direncanakan, diorganisasikan, dogerakkan semua sumber daya yang terlibat atau dilibatkan, perlu diawasi serta dikendalikan sebagik-baiknya. Dalam terminologi tidak selalu para ahli memberikan rumusan yang sama.

The Liang Gie (1995:2-4) mengutip beberapa perumusan pengertian manajemen perkantoran dari para ahli, antara lain sebagai berikut:

Arthur Grager “Office management is the function of administering the commonication and record service of an organization” (Manajemen Perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komonikasi dan pelayanan waktu dan suatu organisasi)

William Leffingwell & Edwin Robinson “Office management as e function, is the branch of the art and science of management which is concerned with the effecient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done” (Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran itu harus dilakukan).

Hal Nourse “It seems to me that office management in the broather sense might embrance, not only the generally accepted service function, but also the arise og functional control administrative direction of most clerical and paperwork”. (manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis).

George Terry “Office management can be defined as the planning can defined as the planning, controlling, and organizing of office work, and actuating those performing is so as to achieve the predetermined objective it deals with the life cycle of bussiness information, and retention, if of permanent value, of destuction if absolute. (Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalu usang).

Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran.

Dia mengatakan:

Pada pokoknya manajemen perkantoran modern merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)”.

Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan:

Tata penyelenggaraan;

Pelaksanaan secara efesien;

Pengendalian, pengawasan dan pengarahan

Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.

Oleh karena itu, secara ringkas manajemen perkantoran sebagai cabang seni dan ilmu manajemen dapat dirumuskan pengertiannya sebagai rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan serta pengendalian pekerjaan-pekerjaan perkantoran.

Namun demikian, perlu kita perlu sadari bahwa cakupan kegiatan perkantoran tidak hanya kegiatan perkantoran tersebut, antara lain misalnya mengenai pegawai kantor, biaya perkantoran, prosedur dan metode perkantoran, serta lain-lain.

Perkantoran administrasi dan manajemen umumnya dianggap sebagai kata-kata sepadan, hal itu misalnya hal itu ditegaskan oleh salah satu terbitan Perserikatan Bangsa-Bangsa  (PBB) sebagai berikut:

The terms Adminsitration and Management are more being used synonymously. While the terms administration has been applied more to the counduct of public affairs and the terms manajement more to thet off bussiness interprise, there has been tedency in recent is recent time for management to be use to a grater degree in public affairs”

(Istilah-istilah Administrasi dan manajemen makin lama makin banyak digunakan secara satu arti. Walaupun istilah Administrasi telah diteranpkan lebih banyak bagi tindakan dalam urusan-urusan negara dan istilah manajemen lebih banyak pada urusan-urusan perusahaan, pada waktu akhir-akhir ini terdapat kecendrungan untuk manajemen dipergunakan dalam derajat yang luas bagi unsur-unsur negara) Konsepsi tata usaha sebagai pekerjaan perkantoran yang intinya adalah tugas pelayanan merupakan rangkaian yang terdiri dari 6 (enam) aktivitas yaitu:

Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan yang mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.

Mencatat, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan berbagai peralatan tulis yang diperlukan sehingga terwujud tulisan yang mudah dibaca, dikirim dan disimpan, termasuk dengan alat rekam suara atau film di era modern.

Mengolah, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud agar mudah untuk digunakan.

Mengganda, yaitu kegiatan memperbanyak dengan pelbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.

Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepihak lain.

Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai  cara dan alat ditempat tertentu yang aman.

Perkantoran Modern

Kamus besar Bahasa Indonesia (2002) mengartikan perkataan modern dengan “terbaru” “mutakhir”, “sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman”. Dalam hal kantor, maka sifat, sikap dan cara berfikir serta bertindak sebagaimana disebutkan dalam istilah modern adalah berkenaan dengan penanganan data/informasi. Perkantoran modern mempunyai ciri-ciri:

Memiliki bangunan dan tata ruang yang baik,

Menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat,

Para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya berdisiplin profesional

Memiliki sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman.

Mendayagunakan biaya, menerapkan tatalaksana yang demokratis, efektif, efesiensi, produktif, berkeadilan, dan perlakuan manusiawi.

Geoffry mills dkk (1990) menegaskan dalam bukunya “Modern Office Management” bahwa teknologi baru terus mengalami kemajuan, terutama dalam bidang “komonikasi dan pengelolaan data”

Kendala yang dihadapi oleh kantor-kantor pemerintah terutama sampai saat ini masih banyak kendala yang disebabkan oleh manajemen birokrasi di pemerintahan dalam hal biaya pengadaan barang-barang yang cenderung menghambat kemajuan kantor pemerintah itu sendiri,  terutama untuk kantor-kantor pemerintah di tingkat pedesaan yang masih sangat terpencil letaknya dukungan komputerisasi masih belum merata, belum lagi kendala SDM walau diakui kantor-kantor di wilayah perkotaan sudah mengarah ke sistem manajemen yang lebih baik, misalnya dalam pengelolaan data atau informasi sudah didukung dengan sistem pemrosesan data (electronic data processing) atau sering disebut dengan SIM (Sistem Informasi Manajemen), walau patut diakui juga belum sepenuhnya direalisasi kearah itu, namun sudah mengarah pada tahapan tersebut (Computer based system).

Keuntungan-keuntungan apabila kantor didukung dengan sistem komputerisasi adalah kecepatan, kecermatan, keterkinian komonikasi dan pemrosesan data. Namun dari berbagai pertimbangan, itu mungkin dapat dilakukan secara serentak atau simultan.

Kelemahan-kelemahan menggunakan komputersisasi adalah sebagai berikut:

Kerusakan salah satu alat sebagai salah satu komponen, atau kesalahan yang terjadi pada salah satu sub sistem akan mengganggu sistem secara keseluruhan.

Kesalahan dalam hal mengambil file induk untuk memasukkan data untuk disimpan, akan menyulitkan penemuannya kembali pada saat diperlukan, lebih-lebih data tersebut diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan  akibatnya bila belum juga ditemukan akan menjadikan keputusan yang diambil menjadi tidak sempurna, dan dapat dibayangkan dampaknya mudah diperkirakan.

Terinfeksinya file-file penting oleh virus-virus akan sangat berpengaruh besar bagi proses pengambilan keputusan.

Semakin modern suatu kantor, sifat dan cakupan kegiatannya semakin menggelobal. Sehubungan dengan itu, semakin modern suatu kantor semakin banyak informasi yang dapat diakses, semakin besar pula peluang yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi atau instansinya. Akan tetapi sebaliknya, dari keuntungan tersebut di atas kantor modern perlu mewaspadai berbagai kemungkinan pengaruh negatif global yang bisa mengacaukan kegiatannya dalam pengelolaan  informasi.  Kita masih ingat korban virus yang terjadi pada pertenegahan Juli 2001 yang mengakibatkan korban  250.000 sistem di Amerika Serikat yang hanya dalam waktu 9 Jam. (Harian Kompas Kamis 20 September 2001. halaman: 2)

Prinsip-Prinsip Manajemen Perkantoran Modern

Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) menjelaskan bahwa prinsip sama dengan asas, yaitu kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak. Fayol (dalam Komarruddin, 1981) menekankan bahwa penggunaan kata "prinsip" bukan hukumhukum abadi, tetapi hanya merupakan petunjuk praktis yang dapat digunakan apabila keadaan membutuhkannya. Kooritz (1972) mengatakan bahwa prinsip-prinsip manajemen adalah fleksibel, tidak mutlak, dan harus dapat digunakan tanpa memperhatikan perubahan dan keadaan tertentu. Keeling, et. All (1978) dalam bukunya Administrative OfficeManagement, dengan mengacu pada William H. Leffingwell, mengatakan bahwa Lellingwell dipandang sebagai bapak manajemen kantor, adalah seorang penggagas pertama dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah pada pekerjaan kantor. Bukunya Scientific Office Management yang diterbitkan pada tahun 1917 adalah mendahului dari semua studi modern dalam manajemen kantor. Kelima prinsip dan pekerjaan yang efektif diilustrasikan dalam gambar yang dimuat pada halaman 16 yang kemudian dikembangkan Keeling dan kawan-kawan. Prinsip-prinsip ini dapat dikaitkan dengan pas pada manajemen di semua pekerjaan.

Prinsip 1

Dapat dengan mudah manajer kantor harus merencanakan pekerjaan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana, kapan dan di mana harus dikerjakan, dan oleh siapa harus dikerjakan.

Prinsip 2

Dengan memahami seluruh perencanaan kantor dan organisasi serta pengembangan produk, manajer tersebut dapat mengkoordinasikan upaya-upaya semua pegawai, mesin-mesin, dan informasi untuk memformulasikan jadwal kerja yang sesuai dengan perencanaan.

Prinsip 3 dan 4

Lebih jauh, prosedur dan sistem operasi yang tepat, praktik penyimpanan arsip, metode untuk melaksanakan rencana juga pengukuran, standar dan tata letak untuk melaksanakan pekerjaan harus dikembangkan secara efektif.

Prinsip 5

Mungkin yang paling penting, manajer kantor menseleksi, melatih, memotivasi, mengkompensasi dan meningkatkan pegawai untuk mempertahankan minat terhadap organisasi pada tingkat yang optimal. Berikut dapat Anda cermati kelima prinsip kerja perkantoran yang efektif yang diambil dari pendapat Leffingwell seperti tertera dalam gambar di bawah ini.

Perencanaan

Untuk merencanakan secara benar, Anda harus tahu :

1. Pekerjaan apa yang harus dikerjakan;

2. Bagaimana pekerjaan dikerjakan;

3. Kapan pekerjaan dikerjakan;

4. Dimana pekerjaan dikerjakan;

5. Seberapa cepat pekerjaan dikerjakan.

Jadwal
Pekerjaan harus dijadwal.

Suatu jadwal menjadi efektif, harus di : ________________

1. Tentukan;

2. Selaraskan dengan jadwaljadwal lain;

3. Laksanakan, walaupun sulit;

4. Mungkinkah diselesaikan;

5. Pelihara secara baku.

Pelaksanaan

Pekerjaan harus dilaksanakan

______________________

1. Secara terampil;

2. Secara teliti;

3. Secara cepat;

4. Tanpa upaya yang tidak perlu;

5. Tanpa ada keterlambatan yang tidak perlu.

Ukuran

Pekerjaan yang dilaksanakan

harus diukur _____________

1. Sesuai dengan potensi Anda;

2. Berdasarkan pada catatancatatan yang lalu,     oleh organisasi lain;

3. Berdasarkan kuantitas;

4. Berdasarkan kualitas.

Imbalan

Jika Pekerjaan Anda diselesaikan secara efektif. Anda seharusnya diberi imbalan _______________________

1. Kondisi kerja yang baik;

2. Kesehatan;

3. Kebahagiaan;

4. Pengembangan diri;

5. Uang.

Komaruddin (1981) mengemukan sembilan prinsip manajemen perkantoran sebagai berikut:

Manajer kantor itu adalah seorang eksekutif yang harus membuat rencana, menyusun organisasi, dan melakukan pengawasan terhadap sebagian besar pekerjaan kantor yang harus dilaksanakan, serta memimpin para pegawai dalam melaksanakan tugas mereka. Manajemen tertinggi harus menyadari diri bahwa manajer kantor itu bukan seorang penyelia yang semata-mata hanya berurusan dengan ketatausahaan saja;

Tata ruang kantor harus direncanakan dengan ilmiah untuk menghindari gerakan yang tidak perlu (mubazir), keterlambatan, dan kesukaran untuk menggapai pekerjaan atau bahan-bahan;

Mesin-mesin dan perlengkapan-perlengkapan yang otomatis hendaknya dipergunakan apabila hasilnya ekonomis;

Kajian gerakan dan waktu (time and motion study) penyederhanaan kerja dan pengukuran kerja hendaknya diterapkan dalam pekerjaan kantor;

Sistem dan prosedur kantor harus dengan terus menerus diupayakan agar menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya;

Sistem manajemen arsip/warkat yang diperbaiki harus dikembangkan sesuai dengan pengawasan formulir. Hal ini termasuk menghidangkan metode pengarsipan yang tidak efisien, penetapan jadwal pemusnahan arsip, perbaikan sistem penelusuran arsip, dan perencanaan perbaikan formulir kantor;

Hubungan kepegawaian yang lebih ilmiah harus dikembangkan melalui analisis pekerjaan, prgram Diklat, nasihat kepegawaian, dan panduan perintah;

Standar kualitas dan kuantitas pekerjaan kantor harus digunakan dan dikembangkan;

Kesadaran kerja, bersamaan dengan konsep dasar manajemen ilmiah dalam pekerjaan kantor hendaknya dikembangkan baik pada jiwa penyelia maupun pada sikap pegawai.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

perkataan kantor adalah lebih diartikan  sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi. Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan:Tata penyelenggaraan; Pelaksanaan secara efesien; Pengendalian, pengawasan dan pengarahan Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.

Saran

Kami memberikan sarah kepada pembaca dari pihak manapun agar dapat memberikan kontribusi yang baik dalam makalah kami ini dan dapat diikuti atau diamalkan dalan kesehariannya. Amin……..!





REFERENSI

Akhyar A. 2010. Modul 1 Manajemen Perkantoran. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.

http://www.pengertian-dan-prinsip2-perkantoran.com

Kamis, 04 Februari 2016

Foto Frofil STAIN MEULABOH

Inspirasi STAIN dalam Majalsh Inspirator

Opini tentang Revolusi Mental Remaja

Fenomena Revolusi Mental Remaja Kita

OLEH ; Mukhsinuddin   M. Juned Syuib

  Fenomena Kehidupan para remaja , anak –anak  dan para pemuda  kita saat ini telah sampai kepada titik kerawanan krisis yang paling parah dan merisaukan kita semua , baik krisis moralitas,  pelecehan seksual , pemakain narkoba yang telah membawa malapeta generasi  kita kedepan , yang selama ini kita  prihatin dan risaukan . Kesemua itu adalah sebuah tanggung jawab dan tantangan bagi kita semua, baik sebagai pendidik, orang tua sekalipun masyarakat. Sebagai pendidik bagaimana membina, mendidik anak didiknya  untuk dapat menerima ilmu pengetahuan (Knowledge) yang ditransferkan kepadanya, sehingga mereka dapat mengamalkan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya  sekaligus sebagai keteladanan yang harus mereka ikuti dan teladani. Prof .Dr. Zakiah Darajat,  menulis dalam buku beliau, anak sejak dini dibekali dan ditanamkan nilai-nilai agama (Ad-Din) dalam jiwa mereka, sehingga  dalam pertumbuhannya mereka mampu akan membawa kearah  yang positif. Ajaran Agama  yang ditanamkan sejak dini kepada anak, merupakan bagian dari unsur  kepribadiannya, dan akan betindak dan bersikap sebagai filter dalam menghadapi segala keinginan  dan dorongan yang timbul . Dengan keyakinan  agama itu mereka akan mengatur tingkah laku dan  sikapnya secara otomatis dari dalam, mereka akan takut  melakukan dosa yang meraka buat , aplikasi iman dalam jiwanya sehinnga tidak melakukan dan melanggar ketentuan Allah SWT dan norma-norma kemasyarakatan.
Bila dalam keluarga telah menemukan suasana keagamaan dan melaksanakan nilai-nilai ilahiyah , hidup penuh dalam kasih sayang orang tua dan sopan santun , maka tindakannya itu akan membawa kepada pengalaman  yang mereka lihat dari kehidupan dalam keluarga , masyarakat dan  Sekolah. Secara kacamata Agama  anak itu berkembanag menurut didikan orang tuanya , orang tua yang bijak tentu mengarahkan anaknya kearah yang lebih baik dan hasanah, dalam sebuah Hadits, Rasulullah Shallallah alaiwasallam menjelaskan : “Setiap anak yang dilahirkan  adalah suci tetapi orang tuanyalah yang  membawa anak itu  menjadi - Yahudi, Nasrani atau Majusi”.  (Alhadits).
Dari kontek Hadits diatas patut kita  cermati bahwa eksistensi orang tua dalam mendidik anaknya sangat terpatron kepada arah yang dibawa oleh orang tuanya . Filosof Islam Ibnu Al-Jauzi dalam bukunya “ Aththib Arruhani” menulis perhatiannya terhadap pembentuakn jiwa  anak, serta pendidikan budi pekerti yang tinggi wajib dimulai dalam keluarga , Kalau anak-anak dibiarkan secara bebas akan membawa kehidupan yang kurang baik , sehingga sukar untuk mengembalikan kepada kebiasaan yang bermoral dan bertanam keagamaan.
Imam Al-Ghazali memberikan komentarnya dalam Kitab :Ihya Ulumuddin “ , bahwa anak itu adalah amanah Allah kepada orang tua, mereka bagaikan permata yang mahal harganya. Kehadirannya sebagai dambaan hati, tangisan pertama telah di sambut  dengan gembira dan penuh harapan karena mereka adalah sebagai penerus keturunan . Dalam Alquran digambarkan : sebagai cobaan(Fitnah) bagi orang tuanya (QS. 64 : 15).
         Tanggung jawab untuk melaksanakan bimbingan dan didikan yang baik , merupakan amanah dari Allah  yang perlu dipertanggungjawabkan dikemudian hari sebagaimana sabda Rasulullah Shalallah alaiwi wasallam: “Orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya dan diminta pertanggung jawabannya.( HR. Bukhari ).  Orang tua dan pendidik menyadari bahwa dalam pembinaan pribadi anak itu diperlukan pembiasan (Habitual) dan latihan (Drill) yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena kebiasaan itu akan mebentuk sikap tertentu bagi anak, akhirnya mereka akan  menjadi mantap dalam segala hal yang menyangkut dengan pribadinya, komunikasi, sikap dan perlakuan orang tua terhadap anak akan membawa  dampak yang positif  pada kehidupannya masa kini maupun  masa akan datang.
Karena itu orang tua perlu menyadari faktor terpenting  adalah terbinanya hubungan    orang tua dengan anak  secara baik ,harmonis dan serasi . Kemudian orang tua perlu juga membaca kejiwaan serta karakter anak  yang perlu dikembangakan  kepada anak sehingga mereka mampu menyesuaikan dirinya dengan berbagai tuntunan masa kini  dan mendatang
Tanamkan komunikasi antara orang tua dengan anak secara baik dan hormanis, penuh rasa tanggung jawab sehingga akan membawa dampak pada kepribadian dan pengembangan potensinya . Bila anak telah mnemukan suasana yang baik dalam keluarga , hidup dalam kasih sayang  orang tua  dan sopan santun , maka tindakanya itu akan membawa kepada pengalaman yang mereka lihat dari kehidupan keluarga , karena mereka dalam masa sosialisasi yaitu masa  proses imitasi dan tahap belajar.
Keluarga sebagaimana dituliskan oleh : Elizabet B. Hurluch dalam bukunya :” Child  Development “ keluarga adalah faktor terpenting dalam membentuk kepribadian seorang anak, mereka betahun –tahun hidup dalam lingkunngan keluarga dibandingkan hidup di lingkungan Masyarakat, sekalipun di lingkungan Sekolah. Hakikat  rumah tangga adalah tempat utama dan pertama  bagi si anak dalam membentuk kepribadian, otoritas orang tua mutlak perlu untuk mendidik bagi  anak dari hal-hal yang merusak jiwanya sekalipun jasmaninya. Seorang Dosen Pasca Sarjana IKIP Dr. Hattari menjelaskan : Seorang anak itu bisa terjerumus ke dalam  pengrusakan jiwanya dan penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya disebakan oleh kelemahan orang tua dalam mendidik dan membimbingnya’, kecenderungan itu datang dari interen keluarga yang terlalu memanjakan dan melindungi anak sehingga  terpengaruh dari faktor eksteren yaitu lingkungan kehidupannya. Psicososial yang ada  pada anak sebagai akibat pengaruh lingkungan , dari itu perlu tanggung jawab orang tua  yang lebih bijak dan efektif dalam mencegah anak dari kerusakan nilai-nilai moral dalam jiwanya  dan nilai-nilai kemasyarakatan.
Kenakalan remaja dan anak didik yang kita lihat sekarang ini disebakan dari “ Broken Home”  dalam keluarganya, orang tua tidak mampu membentuk dan membangun  sebuah keluarga  yang baik , Dr. Abdul Mu’in menjelaskan dalm tulisannya “ Kehancuran remaja dan anak didik akan kita jumpai pada keluarga – keluarga yang   orang tuanya   pemabuk dan  bermasalah: (Majalah D&R 1996).   Anak mampu untuk selalu berlaku jujur, percaya diri serta patuh, itu memerlukan perhatian orang tua  secara serius dan bijaksana , sehingga  mereka terbentuk sikap  kepribadiannya secara utuh dan mantap, mereka berkembang dengan sempurna  .       Dr. Hattari lebih menekankan  kepada orang tua  dalam keluarga itu dibentuk sikap disiplin, persatuan  dan kebaktian , kalau orang tua aktif  dalam melaksanakan sosialisasi  padanya sejak kecil , anak itu akan mengaggap keluarga sebagai sumber kekuatan  dimana merasa mereka dapat diterima, dihargai dan disayangi. Walaupun nanti mereka menemukan lingkungan yang lebih luas lagi , mereka tetap dalam sosialnya terbatas pada keluarga dan orang tuanya.
Inilah sebuah fenomena dan klimak yang menghantui generasi kita akan datang, dari itu otoritas orang tua dalam keluarga merupakan mutlak dan komplek untuk  mencegah dan menfilter kecenderungan anak dalam melakuakn hal-hal yang negatif dan kerusakan moral, baik pengaruh budaya, pengaruh tehnologi dan  yang lebih fatal lagi adalah pengaruh pemakain Narkoba. 
Ada sementara orang beranggapan bahwa pembinaan anak hanya pada  berkisar masalah kesehatan jasmaniah saja, sedangkan masalah mentalitas dan ruhaniah tidah begitu dipentingkan, Sangat disayangkan  bila dalam pembinaan anak terutama dalam keluarga, orang tua hanya mementingkan kesehatan jasmaniah  saja, sementara ruhaniahnya dibiarkan begitu saja, kita lupa bahwa pembinan ruhaniah anak itu merupakn titik awal menentukan kepribadian anak dikemudian hari.
Perlunya menananmkan nilai-nilai  Agama.
Nilai-nilai  religius  yang ditanamkan dalam keluarganya merupakan pembinaan dan bimbingan   anak itu tunduk dan patuh  pada ajaran agama, pengahayatan  atas nilai tersebut akan membentuk   sikap dan pribadi yang baik, perkembangan  ruhaniahnya pun terarah kepada norma-norma agama. Kalau pendidikan agama dalam suatu keluarga kurang mendapat  perhatian  yang serius dan penuh tanggung jawab anak  hanya berkembang  secara alamiah , sungguh akan mengakibatkan  keluarga  yang demikian itu hancur dan tidak harmonis.
Banyak orang tua  mengeluh dan merasa sulit dalam mendidik  anaknya dikarenakan  nilai-nilai  agama dalam keluarganya tak mampu dibina dengan baik dan tidak dapat melahirkan sikap-sikap yang bernorma agama. Orang tua tidak dapat menafikan  bahwa nilai religius dan spriritual-lah  yang sangat penting dalam kehidupan anak era saat sekarang ini. Iman adalah sebagai filter bagi anak dalam meniti kehidupan , mereka tidak melakukan hal-hal yang betentangan dari norma agama. Sikap patuh dan tunduk  terhadap ajaran agama sebagai manefestasi dari keimanan yang ditanamkan sejak dalam kandungan.
Nlai moral yang tertanam pada anak itu akan membuat mereka  sopan dan santun, bijak, ikhlas dan suci dalam jiwanya, sehingga terbentuk keluarga , masyarakat  dan bangsa yang bermoral . Suatu masyarakat  dan bangsa yang tidak ada moralitas tidak akan jaya dan maju, Seperti disinyalir oleh seorang penyair besar : Syauqi Baid dalam syairnya “ Suatu Bangsa tetap hidup selama akhlaknya tetap baik, bila akhlak mereka sudah rusak, maka sinarlah kejayaan Bangsa  tersebut”. Kita semua menginginkan  masyarakat dan bangsa ini hidup dengan nila-nilai   agama dan bermoral  sehingga akan dicurahkan bangsa dan negara  “Baldatun Thaibatun Warabbun Ghafur “. Tatanan nilai-nilai moral sejak dini pada remaja , anak didik , pemuda dan mahasiswa  merupakan hal yang sangat serius yang harus kita perhatikan , untuk masa depan anak anak Bangsa Aceh kedepan Semoga Aminn.
 
Penulis adalah : Mukhsinuddin, M. Juned Syuib , S,Ag, M,M /  Dosen  pada STAIN Tgk Dirundeng  Meulaboh. Aceh Barat (email : muhmuhsin@gmail.com)