Minggu, 19 Juni 2016
Minggu, 22 Mei 2016
Kamis, 05 Mei 2016
Senin, 18 April 2016
Selasa, 29 Maret 2016
Minggu, 21 Februari 2016
Selasa, 09 Februari 2016
Makalah Manajemen Perkantoran
Manajemen Perkantoran
BAB I
PENDAHULUAN
Pendahuluan
Kalau kita mendengar istilah Manajemen Perkantoran Modern, pastilah kita memikirkan sesuatu tempat dalam sebuah ruangan yang berisi meja, kursi yang dilengkapi dengan perlengkapan serba canggih masa kini. Di balik meja yang rapi dan bersih duduk seorang yang berdasi di depannya terpampang beberapa alat dukung seperti: telepon, Laptop yang stand bai dengan monitor terbuka dan berisi fitur-fitur canggih yang melambangkan dunia maya dan seterusnya dan seterusnya. Itulah gambaran awal kita ketika membaca atau mendengar kata “Manajemen Perkantoran Modern”. Sepakat ? Manajemen perkantoran modern adalah suatu cara tata kelola dalam dunia perkantoran itu sendiri. Mengapa demikian karena kita saat ini dan seterusnya dihadapkan pada tata kelola yang semakin rumit dan memerlukan sumber daya manusia yang up to date…..Oleh karena itu Manajemen Perkantoran dapat dikatakan sebagai upaya penjurusan dan pengawasan dari sebuha kantor untuk mencapai tujuannya yang khusus dengan cara yang sehemat-hematnya. Peralatan yang canggih tentu bertujuan untuk efektifitas dan efesiensi atau hemat dalam segalanya. Dari Manajemen Perkantoran dapat kita mengetahui fungsi kantor dalam birokrasi kepemerinatahan, dalam perusahaan, pengertian kantor, aspek-aspek manajemen perkantoran, tugas seorang manajemen perkantoran serta pengawasannya. Dalam hal ini seorang kepala kantor haruslah orang yang mempunyai keahlian manajemen yang didukung oleh latar belakang Sumber Daya manusia yang mumpuni baik dari segi: pendidikan, kepribadian, pengalaman, integritasatau bakat seseorang aebagai manajer atau sebagai pejabat disebuah kantor yang dipimpinnya.
Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah kami ini adalah sebsagai berikut.
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?
2. Apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?
3. Apa yang dimaksud dengan perkantoran modern?
4. Apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip perkantoran modrn?
Tujuan
Adapun tujuan dari makalah kami ini adalah sebagai berikut :
Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan pengertian kantor ?
Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan manajemen perkantoran?\
Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan perkantoran modern?
Agar mahasiswa dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan prinsip-prinsip perkantoran modrn
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Kantor
Perkantoran kantor berasal dari kata bahasa Belanda “kantoor” dan sering dipadankan dengan perkataan “Office” yang berasal dari bahasa Inggris. Prajudi (1976:60) telah menjelaskan pengertian kantor yang bisa berarti:
Ruang atau kamar kerja, atau ruang tulis
Markas, atau ruang (kompleks) di mana seorang pengusaha beserta stafnya menjalankan stafnya menjalankan aktivitas-aktivitas pokoknya.
Biro atau tempat kedudukan pimpinan dari suatu administrasi.
Instansi, badan, jawatan, perusahaan.
Sedang perkataan bahasa Inggris “Office” dapat berarti:
Kewajiban, tugas, fungsi (duty, task function).
Jabatan (tenure of official position).
Markas tau ruang di mana seorang pengusaha dan stafnya menjalankan aktivitas usaha pokoknya (quarters, or staff or collective authority of company, government department, etc.)
Jasa pelayanan (service, kind help)
Tugas pekerjaan, komposisi dari urusan-urusan tertentu (the work which it is some body’s duty to do, work, and duties)
Tempat, gedung, yang dipakai sebagai pusat kerja tata usaha (place building, rooms, of bussiness and clerical works).
Dari berbagai pengertian perkataan “kantor” dan perkataan “office” seperti tersebut di atas, yang kemudian berkembang di Indonesia dengan perkataan kantor adalah lebih diartikan sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi. Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dengan demikian pengertian kantor dapat dirumuskan sebagai berikut:
Tempat atau ruangan penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyampaian data/informasi.
Proses penyelenggaraan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian/penyampaian data/informasi.
Disamping pengertian kantor dalam arti tempat atau ruangan dan kantor dalam arti proses seperti tersebut di atas, kantor juga sering diartikan ssebagai sarana pemusatan kegiatan-kegiatan yang bersifat administrative atau tepatnya kegiatan-kegiatan yang bersifat manajerial dan fasilitatif. Contoh: Kegiatan pokok Departemen Dalam Negeri tentunya berlangsung di mana-mana di seluruh pelosok Indonesia, akan tetapi kalau seseorang menanyakan “Departemen Dalam Negeri?” jawaban yang diberikan adalah tempat (kantor) berkumpulnya pejabat dan staf serta segenap pegawai setiap hari melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya admninistratif.
Jadi jelas dari pengertian di atas bisa dipahami bahwa pengertian kantor bisa berarti tempat, ini yang biasa disebut dalam arti statis. Kantor juga bisa dalam arti proses, ini yang biasa disebut dalam arti dinamis. Kantor juga dalam arti sarana, ini yang biasa disebut dalam arti fungsional. Akan tetapi dalam arti yang manapun, sasaran utama dalam kegiatan kantor adalah penangan data/informasi. Untuk penanganan data/informasi ini jelas diperlukan bangunan atau ruangan, orang-orang atau pegawai yang menyelenggarakan, biaya serta tata laksana kerja.
Manajemen Perkantoran
Sebagaimana kegiatan-kegiatan lainnya kegiatan perkantoran perlu direncanakan, diorganisasikan, dogerakkan semua sumber daya yang terlibat atau dilibatkan, perlu diawasi serta dikendalikan sebagik-baiknya. Dalam terminologi tidak selalu para ahli memberikan rumusan yang sama.
The Liang Gie (1995:2-4) mengutip beberapa perumusan pengertian manajemen perkantoran dari para ahli, antara lain sebagai berikut:
Arthur Grager “Office management is the function of administering the commonication and record service of an organization” (Manajemen Perkantoran adalah fungsi tata penyelenggaraan terhadap komonikasi dan pelayanan waktu dan suatu organisasi)
William Leffingwell & Edwin Robinson “Office management as e function, is the branch of the art and science of management which is concerned with the effecient performance of office work, whenever and wherever that work is to be done” (Manajemen perkantoran sebagai sesuatu fungsi adalah cabang dari seni dan ilmu manajemen yang berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan perkantoran itu harus dilakukan).
Hal Nourse “It seems to me that office management in the broather sense might embrance, not only the generally accepted service function, but also the arise og functional control administrative direction of most clerical and paperwork”. (manajemen perkantoran dalam arti lebih luas dapat mencakup tidak hanya fungsi-fungsi pelayanan perkantoran yang telah diterima pada umumnya, melainkan juga bidang-bidang mengenai kontrol fungsional dan pengarahan administratif terhadap kebanyakan pekerjaan kertas dan tulis).
George Terry “Office management can be defined as the planning can defined as the planning, controlling, and organizing of office work, and actuating those performing is so as to achieve the predetermined objective it deals with the life cycle of bussiness information, and retention, if of permanent value, of destuction if absolute. (Manajemen perkantoran dapat didefinisikan sebagai perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta menggerakkan mereka yang melaksanakannya agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu ini bersangkut paut dengan peredaran hidup data dan keterangan perusahaan dari sejak penciptaannya melalui pemeliharaan, penyebaran dan penyimpanannya kalau memiliki nilai tetap atau pemusnahannya kalu usang).
Setelah mengemukakan rumusan dari beberapa ahli, The Liang Gie kemudian mengemukakan rumusannya mengenai manajemen perkantoran.
Dia mengatakan:
Pada pokoknya manajemen perkantoran modern merupakan rangkaian aktivitas merencanakan, mengorganisasikan (mengatur dan menyusun), mengarahkan (memberikan arah dan petunjuk), mengawasi, dan mengendalikan (melakukan kontrol) sampai menyelenggarakan secara tertib sesuatu hal. Hal atau sasaran yang terkena oleh rangkaian kegiatan itu pada umumnya ialah office work (pekerjaan perkantoran)”.
Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan:
Tata penyelenggaraan;
Pelaksanaan secara efesien;
Pengendalian, pengawasan dan pengarahan
Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.
Oleh karena itu, secara ringkas manajemen perkantoran sebagai cabang seni dan ilmu manajemen dapat dirumuskan pengertiannya sebagai rangkaian kegiatan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan serta pengendalian pekerjaan-pekerjaan perkantoran.
Namun demikian, perlu kita perlu sadari bahwa cakupan kegiatan perkantoran tidak hanya kegiatan perkantoran tersebut, antara lain misalnya mengenai pegawai kantor, biaya perkantoran, prosedur dan metode perkantoran, serta lain-lain.
Perkantoran administrasi dan manajemen umumnya dianggap sebagai kata-kata sepadan, hal itu misalnya hal itu ditegaskan oleh salah satu terbitan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai berikut:
The terms Adminsitration and Management are more being used synonymously. While the terms administration has been applied more to the counduct of public affairs and the terms manajement more to thet off bussiness interprise, there has been tedency in recent is recent time for management to be use to a grater degree in public affairs”
(Istilah-istilah Administrasi dan manajemen makin lama makin banyak digunakan secara satu arti. Walaupun istilah Administrasi telah diteranpkan lebih banyak bagi tindakan dalam urusan-urusan negara dan istilah manajemen lebih banyak pada urusan-urusan perusahaan, pada waktu akhir-akhir ini terdapat kecendrungan untuk manajemen dipergunakan dalam derajat yang luas bagi unsur-unsur negara) Konsepsi tata usaha sebagai pekerjaan perkantoran yang intinya adalah tugas pelayanan merupakan rangkaian yang terdiri dari 6 (enam) aktivitas yaitu:
Menghimpun, yaitu kegiatan-kegiatan yang mencari dan mengusahakan tersedianya segala keterangan yang tadinya belum ada atau berserakan dimana-mana sehingga siap untuk dipergunakan bila diperlukan.
Mencatat, yaitu kegiatan yang berhubungan dengan berbagai peralatan tulis yang diperlukan sehingga terwujud tulisan yang mudah dibaca, dikirim dan disimpan, termasuk dengan alat rekam suara atau film di era modern.
Mengolah, yaitu bermacam-macam kegiatan mengerjakan keterangan-keterangan dengan maksud agar mudah untuk digunakan.
Mengganda, yaitu kegiatan memperbanyak dengan pelbagai cara dan alat sebanyak jumlah yang diperlukan.
Mengirim, yaitu kegiatan menyampaikan dengan berbagai cara dan alat dari satu pihak kepihak lain.
Menyimpan, yaitu kegiatan menaruh dengan berbagai cara dan alat ditempat tertentu yang aman.
Perkantoran Modern
Kamus besar Bahasa Indonesia (2002) mengartikan perkataan modern dengan “terbaru” “mutakhir”, “sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman”. Dalam hal kantor, maka sifat, sikap dan cara berfikir serta bertindak sebagaimana disebutkan dalam istilah modern adalah berkenaan dengan penanganan data/informasi. Perkantoran modern mempunyai ciri-ciri:
Memiliki bangunan dan tata ruang yang baik,
Menggunakan alat dan perlengkapan termasuk mebeler yang tepat,
Para pegawai dalam melaksanakan tugas-tugasnya berdisiplin profesional
Memiliki sikap dan cara berfikir serta bertindak sesuai dengan tuntutan jaman.
Mendayagunakan biaya, menerapkan tatalaksana yang demokratis, efektif, efesiensi, produktif, berkeadilan, dan perlakuan manusiawi.
Geoffry mills dkk (1990) menegaskan dalam bukunya “Modern Office Management” bahwa teknologi baru terus mengalami kemajuan, terutama dalam bidang “komonikasi dan pengelolaan data”
Kendala yang dihadapi oleh kantor-kantor pemerintah terutama sampai saat ini masih banyak kendala yang disebabkan oleh manajemen birokrasi di pemerintahan dalam hal biaya pengadaan barang-barang yang cenderung menghambat kemajuan kantor pemerintah itu sendiri, terutama untuk kantor-kantor pemerintah di tingkat pedesaan yang masih sangat terpencil letaknya dukungan komputerisasi masih belum merata, belum lagi kendala SDM walau diakui kantor-kantor di wilayah perkotaan sudah mengarah ke sistem manajemen yang lebih baik, misalnya dalam pengelolaan data atau informasi sudah didukung dengan sistem pemrosesan data (electronic data processing) atau sering disebut dengan SIM (Sistem Informasi Manajemen), walau patut diakui juga belum sepenuhnya direalisasi kearah itu, namun sudah mengarah pada tahapan tersebut (Computer based system).
Keuntungan-keuntungan apabila kantor didukung dengan sistem komputerisasi adalah kecepatan, kecermatan, keterkinian komonikasi dan pemrosesan data. Namun dari berbagai pertimbangan, itu mungkin dapat dilakukan secara serentak atau simultan.
Kelemahan-kelemahan menggunakan komputersisasi adalah sebagai berikut:
Kerusakan salah satu alat sebagai salah satu komponen, atau kesalahan yang terjadi pada salah satu sub sistem akan mengganggu sistem secara keseluruhan.
Kesalahan dalam hal mengambil file induk untuk memasukkan data untuk disimpan, akan menyulitkan penemuannya kembali pada saat diperlukan, lebih-lebih data tersebut diperlukan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan akibatnya bila belum juga ditemukan akan menjadikan keputusan yang diambil menjadi tidak sempurna, dan dapat dibayangkan dampaknya mudah diperkirakan.
Terinfeksinya file-file penting oleh virus-virus akan sangat berpengaruh besar bagi proses pengambilan keputusan.
Semakin modern suatu kantor, sifat dan cakupan kegiatannya semakin menggelobal. Sehubungan dengan itu, semakin modern suatu kantor semakin banyak informasi yang dapat diakses, semakin besar pula peluang yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan organisasi atau instansinya. Akan tetapi sebaliknya, dari keuntungan tersebut di atas kantor modern perlu mewaspadai berbagai kemungkinan pengaruh negatif global yang bisa mengacaukan kegiatannya dalam pengelolaan informasi. Kita masih ingat korban virus yang terjadi pada pertenegahan Juli 2001 yang mengakibatkan korban 250.000 sistem di Amerika Serikat yang hanya dalam waktu 9 Jam. (Harian Kompas Kamis 20 September 2001. halaman: 2)
Prinsip-Prinsip Manajemen Perkantoran Modern
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2002) menjelaskan bahwa prinsip sama dengan asas, yaitu kebenaran yang menjadi pokok dasar berpikir, bertindak. Fayol (dalam Komarruddin, 1981) menekankan bahwa penggunaan kata "prinsip" bukan hukumhukum abadi, tetapi hanya merupakan petunjuk praktis yang dapat digunakan apabila keadaan membutuhkannya. Kooritz (1972) mengatakan bahwa prinsip-prinsip manajemen adalah fleksibel, tidak mutlak, dan harus dapat digunakan tanpa memperhatikan perubahan dan keadaan tertentu. Keeling, et. All (1978) dalam bukunya Administrative OfficeManagement, dengan mengacu pada William H. Leffingwell, mengatakan bahwa Lellingwell dipandang sebagai bapak manajemen kantor, adalah seorang penggagas pertama dengan menerapkan prinsip-prinsip manajemen ilmiah pada pekerjaan kantor. Bukunya Scientific Office Management yang diterbitkan pada tahun 1917 adalah mendahului dari semua studi modern dalam manajemen kantor. Kelima prinsip dan pekerjaan yang efektif diilustrasikan dalam gambar yang dimuat pada halaman 16 yang kemudian dikembangkan Keeling dan kawan-kawan. Prinsip-prinsip ini dapat dikaitkan dengan pas pada manajemen di semua pekerjaan.
Prinsip 1
Dapat dengan mudah manajer kantor harus merencanakan pekerjaan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana, kapan dan di mana harus dikerjakan, dan oleh siapa harus dikerjakan.
Prinsip 2
Dengan memahami seluruh perencanaan kantor dan organisasi serta pengembangan produk, manajer tersebut dapat mengkoordinasikan upaya-upaya semua pegawai, mesin-mesin, dan informasi untuk memformulasikan jadwal kerja yang sesuai dengan perencanaan.
Prinsip 3 dan 4
Lebih jauh, prosedur dan sistem operasi yang tepat, praktik penyimpanan arsip, metode untuk melaksanakan rencana juga pengukuran, standar dan tata letak untuk melaksanakan pekerjaan harus dikembangkan secara efektif.
Prinsip 5
Mungkin yang paling penting, manajer kantor menseleksi, melatih, memotivasi, mengkompensasi dan meningkatkan pegawai untuk mempertahankan minat terhadap organisasi pada tingkat yang optimal. Berikut dapat Anda cermati kelima prinsip kerja perkantoran yang efektif yang diambil dari pendapat Leffingwell seperti tertera dalam gambar di bawah ini.
Perencanaan
Untuk merencanakan secara benar, Anda harus tahu :
1. Pekerjaan apa yang harus dikerjakan;
2. Bagaimana pekerjaan dikerjakan;
3. Kapan pekerjaan dikerjakan;
4. Dimana pekerjaan dikerjakan;
5. Seberapa cepat pekerjaan dikerjakan.
Jadwal
Pekerjaan harus dijadwal.
Suatu jadwal menjadi efektif, harus di : ________________
1. Tentukan;
2. Selaraskan dengan jadwaljadwal lain;
3. Laksanakan, walaupun sulit;
4. Mungkinkah diselesaikan;
5. Pelihara secara baku.
Pelaksanaan
Pekerjaan harus dilaksanakan
______________________
1. Secara terampil;
2. Secara teliti;
3. Secara cepat;
4. Tanpa upaya yang tidak perlu;
5. Tanpa ada keterlambatan yang tidak perlu.
Ukuran
Pekerjaan yang dilaksanakan
harus diukur _____________
1. Sesuai dengan potensi Anda;
2. Berdasarkan pada catatancatatan yang lalu, oleh organisasi lain;
3. Berdasarkan kuantitas;
4. Berdasarkan kualitas.
Imbalan
Jika Pekerjaan Anda diselesaikan secara efektif. Anda seharusnya diberi imbalan _______________________
1. Kondisi kerja yang baik;
2. Kesehatan;
3. Kebahagiaan;
4. Pengembangan diri;
5. Uang.
Komaruddin (1981) mengemukan sembilan prinsip manajemen perkantoran sebagai berikut:
Manajer kantor itu adalah seorang eksekutif yang harus membuat rencana, menyusun organisasi, dan melakukan pengawasan terhadap sebagian besar pekerjaan kantor yang harus dilaksanakan, serta memimpin para pegawai dalam melaksanakan tugas mereka. Manajemen tertinggi harus menyadari diri bahwa manajer kantor itu bukan seorang penyelia yang semata-mata hanya berurusan dengan ketatausahaan saja;
Tata ruang kantor harus direncanakan dengan ilmiah untuk menghindari gerakan yang tidak perlu (mubazir), keterlambatan, dan kesukaran untuk menggapai pekerjaan atau bahan-bahan;
Mesin-mesin dan perlengkapan-perlengkapan yang otomatis hendaknya dipergunakan apabila hasilnya ekonomis;
Kajian gerakan dan waktu (time and motion study) penyederhanaan kerja dan pengukuran kerja hendaknya diterapkan dalam pekerjaan kantor;
Sistem dan prosedur kantor harus dengan terus menerus diupayakan agar menjadi lebih efisien dan mengurangi biaya;
Sistem manajemen arsip/warkat yang diperbaiki harus dikembangkan sesuai dengan pengawasan formulir. Hal ini termasuk menghidangkan metode pengarsipan yang tidak efisien, penetapan jadwal pemusnahan arsip, perbaikan sistem penelusuran arsip, dan perencanaan perbaikan formulir kantor;
Hubungan kepegawaian yang lebih ilmiah harus dikembangkan melalui analisis pekerjaan, prgram Diklat, nasihat kepegawaian, dan panduan perintah;
Standar kualitas dan kuantitas pekerjaan kantor harus digunakan dan dikembangkan;
Kesadaran kerja, bersamaan dengan konsep dasar manajemen ilmiah dalam pekerjaan kantor hendaknya dikembangkan baik pada jiwa penyelia maupun pada sikap pegawai.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
perkataan kantor adalah lebih diartikan sebagai tempat atau ruangan dan proses kegiatan penanganan data/informasi. Dalam hubungan ini yang dimaksud dengan penanganan adalah pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyimpanan data/informasi. Dari berbagai rumusan mengenai manajemen perkantoran, jelas yang terkandung di dalambya meliputi rangkaian kegiatan:Tata penyelenggaraan; Pelaksanaan secara efesien; Pengendalian, pengawasan dan pengarahan Perencanaan, pengendalian, pengorganisasian, dan penggerakan.
Saran
Kami memberikan sarah kepada pembaca dari pihak manapun agar dapat memberikan kontribusi yang baik dalam makalah kami ini dan dapat diikuti atau diamalkan dalan kesehariannya. Amin……..!
REFERENSI
Akhyar A. 2010. Modul 1 Manajemen Perkantoran. Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari.
http://www.pengertian-dan-prinsip2-perkantoran.com
Jumat, 05 Februari 2016
Kamis, 04 Februari 2016
Opini tentang Revolusi Mental Remaja
Fenomena Revolusi Mental Remaja Kita
OLEH ; Mukhsinuddin M. Juned Syuib
Fenomena Kehidupan para remaja , anak –anak dan para pemuda kita saat ini telah sampai kepada titik kerawanan krisis yang paling parah dan merisaukan kita semua , baik krisis moralitas, pelecehan seksual , pemakain narkoba yang telah membawa malapeta generasi kita kedepan , yang selama ini kita prihatin dan risaukan . Kesemua itu adalah sebuah tanggung jawab dan tantangan bagi kita semua, baik sebagai pendidik, orang tua sekalipun masyarakat. Sebagai pendidik bagaimana membina, mendidik anak didiknya untuk dapat menerima ilmu pengetahuan (Knowledge) yang ditransferkan kepadanya, sehingga mereka dapat mengamalkan dan melaksanakan dengan sebaik-baiknya sekaligus sebagai keteladanan yang harus mereka ikuti dan teladani. Prof .Dr. Zakiah Darajat, menulis dalam buku beliau, anak sejak dini dibekali dan ditanamkan nilai-nilai agama (Ad-Din) dalam jiwa mereka, sehingga dalam pertumbuhannya mereka mampu akan membawa kearah yang positif. Ajaran Agama yang ditanamkan sejak dini kepada anak, merupakan bagian dari unsur kepribadiannya, dan akan betindak dan bersikap sebagai filter dalam menghadapi segala keinginan dan dorongan yang timbul . Dengan keyakinan agama itu mereka akan mengatur tingkah laku dan sikapnya secara otomatis dari dalam, mereka akan takut melakukan dosa yang meraka buat , aplikasi iman dalam jiwanya sehinnga tidak melakukan dan melanggar ketentuan Allah SWT dan norma-norma kemasyarakatan.
Bila dalam keluarga telah menemukan suasana keagamaan dan melaksanakan nilai-nilai ilahiyah , hidup penuh dalam kasih sayang orang tua dan sopan santun , maka tindakannya itu akan membawa kepada pengalaman yang mereka lihat dari kehidupan dalam keluarga , masyarakat dan Sekolah. Secara kacamata Agama anak itu berkembanag menurut didikan orang tuanya , orang tua yang bijak tentu mengarahkan anaknya kearah yang lebih baik dan hasanah, dalam sebuah Hadits, Rasulullah Shallallah alaiwasallam menjelaskan : “Setiap anak yang dilahirkan adalah suci tetapi orang tuanyalah yang membawa anak itu menjadi - Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (Alhadits).
Dari kontek Hadits diatas patut kita cermati bahwa eksistensi orang tua dalam mendidik anaknya sangat terpatron kepada arah yang dibawa oleh orang tuanya . Filosof Islam Ibnu Al-Jauzi dalam bukunya “ Aththib Arruhani” menulis perhatiannya terhadap pembentuakn jiwa anak, serta pendidikan budi pekerti yang tinggi wajib dimulai dalam keluarga , Kalau anak-anak dibiarkan secara bebas akan membawa kehidupan yang kurang baik , sehingga sukar untuk mengembalikan kepada kebiasaan yang bermoral dan bertanam keagamaan.
Imam Al-Ghazali memberikan komentarnya dalam Kitab :Ihya Ulumuddin “ , bahwa anak itu adalah amanah Allah kepada orang tua, mereka bagaikan permata yang mahal harganya. Kehadirannya sebagai dambaan hati, tangisan pertama telah di sambut dengan gembira dan penuh harapan karena mereka adalah sebagai penerus keturunan . Dalam Alquran digambarkan : sebagai cobaan(Fitnah) bagi orang tuanya (QS. 64 : 15).
Tanggung jawab untuk melaksanakan bimbingan dan didikan yang baik , merupakan amanah dari Allah yang perlu dipertanggungjawabkan dikemudian hari sebagaimana sabda Rasulullah Shalallah alaiwi wasallam: “Orang tua mempunyai tanggung jawab terhadap keluarganya dan diminta pertanggung jawabannya.( HR. Bukhari ). Orang tua dan pendidik menyadari bahwa dalam pembinaan pribadi anak itu diperlukan pembiasan (Habitual) dan latihan (Drill) yang sesuai dengan perkembangan jiwanya. Karena kebiasaan itu akan mebentuk sikap tertentu bagi anak, akhirnya mereka akan menjadi mantap dalam segala hal yang menyangkut dengan pribadinya, komunikasi, sikap dan perlakuan orang tua terhadap anak akan membawa dampak yang positif pada kehidupannya masa kini maupun masa akan datang.
Karena itu orang tua perlu menyadari faktor terpenting adalah terbinanya hubungan orang tua dengan anak secara baik ,harmonis dan serasi . Kemudian orang tua perlu juga membaca kejiwaan serta karakter anak yang perlu dikembangakan kepada anak sehingga mereka mampu menyesuaikan dirinya dengan berbagai tuntunan masa kini dan mendatang
Tanamkan komunikasi antara orang tua dengan anak secara baik dan hormanis, penuh rasa tanggung jawab sehingga akan membawa dampak pada kepribadian dan pengembangan potensinya . Bila anak telah mnemukan suasana yang baik dalam keluarga , hidup dalam kasih sayang orang tua dan sopan santun , maka tindakanya itu akan membawa kepada pengalaman yang mereka lihat dari kehidupan keluarga , karena mereka dalam masa sosialisasi yaitu masa proses imitasi dan tahap belajar.
Keluarga sebagaimana dituliskan oleh : Elizabet B. Hurluch dalam bukunya :” Child Development “ keluarga adalah faktor terpenting dalam membentuk kepribadian seorang anak, mereka betahun –tahun hidup dalam lingkunngan keluarga dibandingkan hidup di lingkungan Masyarakat, sekalipun di lingkungan Sekolah. Hakikat rumah tangga adalah tempat utama dan pertama bagi si anak dalam membentuk kepribadian, otoritas orang tua mutlak perlu untuk mendidik bagi anak dari hal-hal yang merusak jiwanya sekalipun jasmaninya. Seorang Dosen Pasca Sarjana IKIP Dr. Hattari menjelaskan : Seorang anak itu bisa terjerumus ke dalam pengrusakan jiwanya dan penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya disebakan oleh kelemahan orang tua dalam mendidik dan membimbingnya’, kecenderungan itu datang dari interen keluarga yang terlalu memanjakan dan melindungi anak sehingga terpengaruh dari faktor eksteren yaitu lingkungan kehidupannya. Psicososial yang ada pada anak sebagai akibat pengaruh lingkungan , dari itu perlu tanggung jawab orang tua yang lebih bijak dan efektif dalam mencegah anak dari kerusakan nilai-nilai moral dalam jiwanya dan nilai-nilai kemasyarakatan.
Kenakalan remaja dan anak didik yang kita lihat sekarang ini disebakan dari “ Broken Home” dalam keluarganya, orang tua tidak mampu membentuk dan membangun sebuah keluarga yang baik , Dr. Abdul Mu’in menjelaskan dalm tulisannya “ Kehancuran remaja dan anak didik akan kita jumpai pada keluarga – keluarga yang orang tuanya pemabuk dan bermasalah: (Majalah D&R 1996). Anak mampu untuk selalu berlaku jujur, percaya diri serta patuh, itu memerlukan perhatian orang tua secara serius dan bijaksana , sehingga mereka terbentuk sikap kepribadiannya secara utuh dan mantap, mereka berkembang dengan sempurna . Dr. Hattari lebih menekankan kepada orang tua dalam keluarga itu dibentuk sikap disiplin, persatuan dan kebaktian , kalau orang tua aktif dalam melaksanakan sosialisasi padanya sejak kecil , anak itu akan mengaggap keluarga sebagai sumber kekuatan dimana merasa mereka dapat diterima, dihargai dan disayangi. Walaupun nanti mereka menemukan lingkungan yang lebih luas lagi , mereka tetap dalam sosialnya terbatas pada keluarga dan orang tuanya.
Inilah sebuah fenomena dan klimak yang menghantui generasi kita akan datang, dari itu otoritas orang tua dalam keluarga merupakan mutlak dan komplek untuk mencegah dan menfilter kecenderungan anak dalam melakuakn hal-hal yang negatif dan kerusakan moral, baik pengaruh budaya, pengaruh tehnologi dan yang lebih fatal lagi adalah pengaruh pemakain Narkoba.
Ada sementara orang beranggapan bahwa pembinaan anak hanya pada berkisar masalah kesehatan jasmaniah saja, sedangkan masalah mentalitas dan ruhaniah tidah begitu dipentingkan, Sangat disayangkan bila dalam pembinaan anak terutama dalam keluarga, orang tua hanya mementingkan kesehatan jasmaniah saja, sementara ruhaniahnya dibiarkan begitu saja, kita lupa bahwa pembinan ruhaniah anak itu merupakn titik awal menentukan kepribadian anak dikemudian hari.
Perlunya menananmkan nilai-nilai Agama.
Nilai-nilai religius yang ditanamkan dalam keluarganya merupakan pembinaan dan bimbingan anak itu tunduk dan patuh pada ajaran agama, pengahayatan atas nilai tersebut akan membentuk sikap dan pribadi yang baik, perkembangan ruhaniahnya pun terarah kepada norma-norma agama. Kalau pendidikan agama dalam suatu keluarga kurang mendapat perhatian yang serius dan penuh tanggung jawab anak hanya berkembang secara alamiah , sungguh akan mengakibatkan keluarga yang demikian itu hancur dan tidak harmonis.
Banyak orang tua mengeluh dan merasa sulit dalam mendidik anaknya dikarenakan nilai-nilai agama dalam keluarganya tak mampu dibina dengan baik dan tidak dapat melahirkan sikap-sikap yang bernorma agama. Orang tua tidak dapat menafikan bahwa nilai religius dan spriritual-lah yang sangat penting dalam kehidupan anak era saat sekarang ini. Iman adalah sebagai filter bagi anak dalam meniti kehidupan , mereka tidak melakukan hal-hal yang betentangan dari norma agama. Sikap patuh dan tunduk terhadap ajaran agama sebagai manefestasi dari keimanan yang ditanamkan sejak dalam kandungan.
Nlai moral yang tertanam pada anak itu akan membuat mereka sopan dan santun, bijak, ikhlas dan suci dalam jiwanya, sehingga terbentuk keluarga , masyarakat dan bangsa yang bermoral . Suatu masyarakat dan bangsa yang tidak ada moralitas tidak akan jaya dan maju, Seperti disinyalir oleh seorang penyair besar : Syauqi Baid dalam syairnya “ Suatu Bangsa tetap hidup selama akhlaknya tetap baik, bila akhlak mereka sudah rusak, maka sinarlah kejayaan Bangsa tersebut”. Kita semua menginginkan masyarakat dan bangsa ini hidup dengan nila-nilai agama dan bermoral sehingga akan dicurahkan bangsa dan negara “Baldatun Thaibatun Warabbun Ghafur “. Tatanan nilai-nilai moral sejak dini pada remaja , anak didik , pemuda dan mahasiswa merupakan hal yang sangat serius yang harus kita perhatikan , untuk masa depan anak anak Bangsa Aceh kedepan Semoga Aminn.
Penulis adalah : Mukhsinuddin, M. Juned Syuib , S,Ag, M,M / Dosen pada STAIN Tgk Dirundeng Meulaboh. Aceh Barat (email : muhmuhsin@gmail.com)
Minggu, 31 Januari 2016
Kesuksesan dalam sholat Dhuhaa
Keajaiban Shalat Dhuha, Dari Membuka Rezeki Hingga Pintu Kesuksesan
Sahabat Ummi, Sudah banyak sekali orang yang merasakan keajaiban dari shalat dhuha. Pernahkah Sahabat Ummi mendapatkan rezeki tanpa di duga, misalnya: mendapatkan kiriman makanan dari tetangga saat keuangan rumah tangga mulai menipis, atau mendapatkan pekerjaan begitu mudah.
Banyak Muslim yang meyakini bahwa salah satu keajaiban shalat Dhuha adalah memperlancar rezeki. Lebih dari itu, banyak pula Muslim yang telah membuktikan bahwa setelah rutin mengerjakan shalat Dhuha, rezekinya menjadi lebih lancar.
Mengapa demikian? Mari kita perhatikan terjemahan hadits-hadits mengenai shalat Dhuha yang mengaitkan dengan rezeki berikut ini:
Hadits shalat dhuha yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Daud dan Ahmad dari Abu Dzar bahwa Rasulullah saw bersabda,“Setiap pagi, (1) setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan shadaqahnya. (2) Setiap tasbih adalah shadaqah,(3) setiap tahmid adalah shadaqah,(4) setiap tahlil adalah shadaqah, (5) setiap takbir adalah shadaqah, (6) menyuruh kepada kebaikan adalah shadaqah, (7) dan melarang berbuat munkar adalah shadaqah. Semua itu dapat diganti dengan shalat dhuha dua rakaat.” (HR. Muslim)
Juga Hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda,“(8) Di dalam tubuh manusia terdapat tiga ratus enam puluh sendi, yang seluruhnya harus dikeluarkan shadaqahnya.” Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah yang mampu melakukan itu wahai Nabiyullah?” Beliau menjawab, “(9) Engkau membersihkan dahak yang ada di dalam masjid adalah shadaqah, (10) engkau menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan adalah shadaqah. Maka jika engkau tidak menemukannya (shadaqah sebanyak itu), maka dua raka’at Dhuha sudah mencukupimu.” (HR. Abu Dawud)
Dalam dua hadits ini dan hadits-hadits lain yang senada, Shalat Dhuha bernilai sedekah. Bukan sembarang sedekah, tetapi 360 sedekah. Sedangkan tiap sedekah akan dilipatgandakan oleh Allah. Subhanallah.
Kedua, dalam hadits Qudsi Allah berfirman akan menjamin rezeki hamba-hambaNya yang menjaga shalat Dhuha.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu.” (HR. Ahmad)
Ketiga, dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan derajatnya hasan shahih menurut Syaikh Al Albani.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengirimkan sepasukan tentara, mereka berhasil memperoleh harta rampasan perang yang banyak dan bergegas pulang. Kesuksesan perang, harta rampasan yang banyak dan pasukan kembali dengan selamat menjadi buah bibir di masyarakat.
Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang (11) lebih banyak memperoleh harta rampasan, (12) bahkan keberhasilannya lebih cepat dibandingkan pasukan tentara itu? Hendaklah seseorang berwudhu lalu pergi ke masjid untuk mengerjakan shalat Dhuha. Maka orang itulah yang lebih cepat memenangkan peperangan, lebih banyak meraih harta rampasan dan lebih segera meraih kesuksesan.” (HR. Ahmad; hasan shahih)
Jika pada hadits-hadits sebelumnya shalat Dhuha dikaitkan dengan sedekah dan rezeki, pada hadits ini menjelaskan shalat Dhuha bahkan dapat membuat orang yang mengerjakannya dapat meraih kesuksesan dengan segera. Subhanallah, Sahabat Ummi demikianlah keajaiban shalat dhuha. Mari berlomba-lomba dalam mengerjakannya.
Wallahu a’lam bish shawab.
Jumat, 29 Januari 2016
Kamis, 28 Januari 2016
Masalah Radikalisme
Lihat Tweet @muhsinuddin1: https://twitter.com/muhsinuddin1/status/692659188527288320?s=08
Selasa, 26 Januari 2016
Aparatur Kemenag RI harus On The Track
Tiga amalan menuju Syurga
Senin, 25 Januari 2016
Sabtu, 23 Januari 2016
Opini tentang Pemimpin yang didambakan oleh Rakyat
Mukhsinuddin M. Juned Syuib, S.Ag, M.M (ACEH.ANTARANEWS.COM)
Pemimpin adalah orang-orang yang diberikan amanah (kepercayaan) oleh rakyat, masyarakat serta pemerintah agar dapat diharapkan melaksanakan tugas-tugas kepemimpinannya sesuai dengan kedudukan dan jabatannya yang diembankannya.
Rasulullah SAW, pernah mengingatkan kita bahwa pemimpin suatu kelompok adalah pelayan dan pengabdi kelompok tersebut (Al-Hadits).
Oleh karena itu seorang pemimpin hendaklah melayani dan menolong orang yang dipimpin untuk mencapai kemajuan, kesejahteraan umat dan keselamatan serta kebahagian di dunia maupun di akhirat.
Namun demikian, ternyata banyak pula pemimpin yang gagal dalam kepemimpinannya. Hal ini dapat kita lihat dalam sejarah kepemimpinan di dalam masyarakat dari masa ke masa. Banyak pemimpin yang dipaksa mundur atau terpaksa mundur dari jabatannya sebelum habis masanya kepemimpinannya.
Banyak pula pemimpin yang dibenci oleh yang rakyat sehingga mereka dijatuhkan dan diadili oleh rakyatnya sendiri, malah ada yang dipenjara, dibunuh dan sebagainya. Mengapa hal itu bisa terjadi?
Ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan hal tersebut adalah, Pertama, pemimpin itu tidak menjalankan amanah. Mereka tidak menunaikan amanah yang telah diberikan karena mereka lupa akan hakikat kepentingan yang sesungguhnya, atau karena terpengaruh dengan kemewahan duniawi sampai melengahkan tugas-tugas kepemimpinannya.
Akibat lalai dan terpengaruh duniawi, amanah kepemimpinan tak dilaksanakan dan dijadikan kepemimpinan itu sebagai peluang untuk mencari keuntungan dan kekayaan duniawi, sikap dan perilaku seperti itulah yang kemudian melahirkan berbagai penyimpangan.
Dari penyimpangan itu timbul ketimpangan dan kesenjangan hidup di masyarakat akibat mengabaikan amanah dari masyarakat. Allah swt mengambarkan dalam Alquran :''Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menjalankan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan suatu hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil''…(Q.S. An-Nisa : 58).
Kemudian Rasulullah Saw mengingatkan kepada para pemimpin : ''Siapa saja yang dianugerahkan Allah sebagai pemimpin, tetapi dia tidak berbuat sesuatu untuk kebaikan rakyatnya (malahan sebaliknya menipu dan menzalimi rakyatnya ), Allah mengharamkan surga untuknya''. (HR. Bukhari).
Oleh karena itu mari kita sadari bahwa menjadi pemimpin itu adalah amanah, dan amanah itu adalah titipan Allah berupa perintah untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, termasuk menjalankan keadilan, baik keadilan hukum, pendidikan, ekonomi maupun keadilan dalam pemerintahan. Kesejahteraan rakyat, kebenaran dan keadilan juga merupakan tuntutan rakyat yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada para pemimpinnya.
Kedua, Pemimpin yang mengabaikan kejujuran dan keadilan, Pemimpin yang tidak jujur dan tidak adil mereka menganggap nilai materi lebih tinggi dari pada nilai kejujuran, sehingga apabila mereka berhadapan dengan suatu yang mendatangkan materi atau keuntungan duniawi, kejujuran tidak ada harganya sama sekali.
Maka timbullah kedustaan dan kemunafikan serta kezaliman terhadap rakyat. Pemimpin yang tidak jujur itu memang pandai, tetapi pandai menipu rakyat, mereka licin selicin belut, mereka licik selicik kancil, mereka pandai merangkai kata, seperti pujangga yang menari di atas kata-kata indah hingga rakyat terlena terutama ketika meyampaikan pesen-pesan dengan janji-janji indah yang selalu berkedok untuk kepentingan rakyat, bahkan kepentingan agama tapi sesungguhnya adalah orang yang pembohong (khazzab).
Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda : ''Sesudahku nanti akan ada pemimpin-pemimpin yang berdusta dan berbuat zalim, siapa yang membenarkan kedustaannya dan membantu kezalimannya, maka ia tidak termasuk golongan dari umatku dan aku juga tidak termasuk darinya dan ia tidak akan datang ketelaga (yang ada di surga)''. (HR. Nasa'i ).
Kita memberikan respon yang positif apa dilakukan oleh pemimpin hari ini untuk kekentingan rakyak dan bukan hanya kepentingan golongan nya saja., ini yang kita harapkan kedepan sebagai pemimpin di Aceh sebagai pemimpin yang amanah, fathanah dan jujur dalam kepemimpinannya.
Oleh karena itu perlu kita sadari bahwa kejujuran itu sesungguhnya amat tinggi harganya dihadapan Allah. Kejujuran juga amat besar nilainya dimata masyarakat. Maka itulah kejujuran merupakan tolok ukur kepercayaan masyarakat, merupakan cermin keluhuran dan kemuliaan di dunia dan diakhirat. Dalam hal inin Allah swt menjelaskan dalam Alquran : ''Hai orang-orang yang beriman, bertawakkallah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur''. (Q.S. At-Taubah: 119).
Ketiga, pemimpin yang berakhlak mazmumah (buruk) dan kemunafikan. Bila suatu umat dan organisasi dipimpin oleh orang-orang yang berakhlak buruk tidak bermoral dan kepribadiannya yang jauh dari nilai-nilai agama serta akhlak yang mulia, maka bisa dipastikan umat atau rakyat itu akan mengalami penderitaan dan kesengsaraan.
Pemimpin seperti ini akan bertindak sewenang-wenang sehingga rakyatnya tidak mendapatkan keadilan dan hak-haknya, yang mereka rasakan adalah kesengsaraan, ketakutan, keresahan dan lainnya. Hal ini membuat umat tersebut hidup dalam penderitaan dan kekecewaan.
Pemimpin seperti ini harus diwaspadai oleh umat Islam dan harus dihindari. Dalam hal ini Allah Swt berfirman : ''Dan diantara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras (munafiq)'' (Q.S. Al-Baqarah: 204).
Keempat, pemimpin yang tidak kapabel dan kredibel , yaitu pemimpin yang kurang cakap (Fathanah), cerdik, dan tidak memiliki kesanggupan dalam memimpin serta tidak memiliki visi dan misi kedepan. Dalam Islam disebut sebagai orang yang tidak fathanah.
Tugas kepemimpinan di masyarakat sungguh berat, apalagi jika kepemimpinan itu ada berbagai persoalan yang dihadapi secara komplek. Karena itu kepemimpinan sangat menuntut seseorang pemimpin yang fathanah (cerdik), yakni cakap, pandai, cerdas, punya kesanggupan dan memiliki visi jauh kedepan.
Pemimpin yang fathanah itulah yang akan mampu memimpin dan membangun masyarakatnya, atau dimanapun ia memimpinnya dalam hal ini Allah swt berfirman : ''Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan (mauidhah) pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…'' (Q.S. An-Nahl: 125).
Maka dari itu mari kita bangun dan memberikan dorongan kepada pemimipin selalu menjalakan amanah serta Fathanah (yang Intelek) serta peduli terhadap masyarakatnya yang miskin dan susah dalam kepemimpinannya., semoga. Amin.
Pembangun STAIN Sampai 2020
Meulaboh | Jurnal Asia
Pembangunan kampus baru Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tengku Dirundeng Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh ditergetkan tuntas pada 2020 karena dilakukan secara bertahap.
Wakil Ketua I STAIN TD Meulaboh, Muhsinuddin MAg di Meulaboh, Senin mengatakan pembangunan kampus baru tersebut diatas lahan seluas 50 hektare berlokasi di kawasan Alu Penyareng, Kecamatan Meureubo, bersebelahan dengan kampus Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh.
“Pembangunannya mulai dikerjakan awal 2016 ini, untuk target mungkin sampai lima tahun kedepan baru selesai karena akan dibangun lima fakultas baru secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran dari pemerintah dalam hal ini Kementrian Agama RI,” katanya. Kata dia, untuk rencana pembangunan kampus baru perguruan tinggi islam ini diusulkan secara bertahap mencapai Rp25 miliar, desain pembangunan telah dirancang memiliki ruang perpustakaan, ruang dosen, lima fakultas serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya.
Adapun lima fakultas tersebut yakni Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Fakultas Usuluddin dan Tafsir, Fakultas Adab dan Humaniora dan Fakultas Tarbiah dan Keguruan.
Muhsinuddin menyampaikan, setelah kampus tersebut dapat digunakan untuk aktivitas perkuliahan, pihak akademik sudah siap pula menempatkan tenaga pengajar dengan gelar sesuai spesifikasi perguruan tinggi, terutama adalah lulusan Timur Tengah. “Dalam lima fakultas tersebut minimal akan disediakan 50 tenaga dosen orang-orang berstrata tiga atau gelar doktor dan profesor. Kita berharap setelah dosen STAIN Meulaboh selesai melanjutkan kuliahnya di luar negeri akan memacu peningkatan kualitas pendidikan tinggi di daerah Aceh,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakan, dalam masa transisi pembangunan kampus baru itu pihaknya terus berupaya memberikan pendidikan yang lebih baik dengan mengacu pada aturan yang mengatur proses belajar mengajar pada Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTIN).
Selasa, 19 Januari 2016
Doa Doa di Pagi Hari / Doa Waktu Pagi Tiba اَللهُمَّ بِكَ اَصْبَحْنَا وَبِكَ اَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَاِلَيْكَ النُّشُوْرُ ALLOOHUMMA BIKA ASHBAHNAA WA BIKA AMSAINAA WA BIKA NAHYAA WA BIKA NAMUUTU WA ILAIKAN NUSYUURU Artinya : Ya Allah, karena Engkau kami mengalami waktu pagi dan waktu petang dan karena Engkau kami hidup dan mati dan kepada-Mu juga kami akan kembali
Senin, 18 Januari 2016
Edaran
KEMENTERAN AGAMA RI DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN ISLAM Jln. Lapangan Banteng Barat No, 3-4 Telepon/Fax. : 021-3853449.3812344 JAKARTA Jakarta, 17 April 2015 Kepada Yth. 1. Rektor UIN dan IAIN 2. Ketua STAIN di seluruh Indonesia SURAT EDARAN Nomor: SE/Dj.I/KP.O7.6/17/2015 Tentang: Prosedur Pengangkatan Dosen Tetap non PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Assalamuaikum, Wr. Wb. Merespon surat permohonan pengangkatan dosen tetap non PNS pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, merujuk kepada Permendiknas No. 84 tahun 2013 tentang Pengangkatan Dosen Tetap Non PNS pada PTN dan PTS, dengan ini disampaikan tata cara pengangkatan dosen tetap non PNS sebagai berikut: PTKIN menyusun kebutuhan pegawai tetap non PNS, dan mengusulkannya kepada Direktur Jenderal dengan menyertakan hal-hal sebagai berikut: Data rasio dosen dengan mahasiswa;Data kekurangan dosen berdasarkan program studi;Informasi kemampuan pembiayaan dalam DIPA PTKIN untuk pembayaran gaji pokok dan tunjangan fungsional;Direktur Jenderal melakukan verifikasi dan validasi kebutuhan dosen tetap non PNS.Direktur Jenderal menyampaikan usul kebutuhan dosen tetap non PNS kepada Menteri.Menteri menyetujui atau menolak usul kebutuhan dosen tetap non PNS kepada pimpinan PTKIN melalui Direktur Jenderal.Apabila Menteri menyetujui, Direktur Jenderal akan menerbitkan surat persetujuan kuota dosen tetap non PNS. Selanjutnya pimpinan PTKIN melakukan. seleksi dan mengangkat dosen tetap non-PNS dengan membuat perjanjian kerja dengan dosen tetap non PNS. Demikian kami sampaikan, atas perhatiannya disampaikan terima kasih. Wassalamu’aikum Wr. Wb.
Pengemuman uk mhsiswa STAIN MEULABOH bahwa perkulihaan smter genap pada awal Februari 2016.
- Hari ini Ketua. STAIN MEULABOH akan dialog interaktif di RRI MEULABOH
Program Studi KPI STAIN MEULABOH Terakreditasi "B".
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh memperoleh nilai akreditasi “B” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).
Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H Syamduar Basyarish M,Ag Kamis, 21 Januari 2016 mengatakan, nilai akreditasi tersebut sebagaimana termuat pada laman website BANPT http://ban-pt.kemdiknas.go.id.
“Bagi masyarakat yang ingin mengecek, bisa melakukannya pada laman resmi BAN PT tersebut. Inshaallah dalam beberapa waktu ke depan kita akan menerima sertifikatnya,” ungkapnya.
Menurut Doktor Syamsuar, pencapaian tersebut tak terlepas dari kerja keras seluruh civitas akademika STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, terutama Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam dalam membangun kualitas pendidikan di kampus tersebut.
“Alahmdulillah ini merupakan hasil yang sangat memuaskan bagi kita semua. Terimakasih kepada Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Ketua Prodi, dosen, mahasiswa dan seluruh staf yang telah bekerja keras selama ini,” ucapnya.
Sebelumnya, Prodi Komunikasi dan Penyaiaran Islam STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh memperoleh nilai akreditasi ‘C’. Perubahan nilai akreditasi ini tentunya memberi keuntungan tersendiri bagi program studi dalam menyerap calon mahasiswa.
“Target utama kita tetap pada peningkatan minat calon mahasiswa yang mendaftar di KPI ke depan dapat bertambah. Nilai akreditasi ini tidak hanya untuk mempertegas status kampus, tapi juga kualitas lulusan kita,” kata Syamsuar menambahkan.[]
Sumber Humas, STAIN MEULABOH ACEH BARAT......

